Sekilas tentang Jurnalistik Investigasi

jurnalistik terapanJurnalistik investigasi yaitu proses peliputan mendalam (depth reporting) tentang suatu masalah atau peristiwa. Jurnalis (wartawan/reporter) yang melakukan “jurnalistik penyelidikan” ini mesti ulet, tanggap, cerdas, tenang, berfikir korelatif, dan berpikir konstruktif –menyusun peta permasalahan.

Berikut ini ringkasan mengenai jurnalistik investigasi yang diolah dari berbagai sumber:

  • Informasi digali melalui dua sumber utama, yakni narasumber (informan) dan literatur (data yang sudah ada –berita, buku, arsip, dll).
  • Isi naskah hasil investigasi tetap mengandung 5W1H, namun menitikberatkan pada unsur Why dan How.
  • Teknik penulisan termudahnya adalah secara kronologis –urutan kejadian.
  • Isu yang diangkat dalam jurnalistik investigasi biasanya dari headline (berita utama) media atau yang sedang hangat dibicarakan.
  • Jurnalisme investigasi harus menyajikan fakta-fakta yang sudah diverifikasi (cek dan ricek akurasinya).
  • Investigasi pada dasarnya adalah mengungkapkan hal yang disembunyikan orang lain sehingga peliputan investigasi (seharusnya) tidak menyangkut dalam ranah pribadi demi kepentingan pribadi pejabat publik melainkan kepada ranah publik.
  • Tahapannya adalah identifikasi masalah, mengumpulkan info (data), perencanaan, mencari dokumen dan bukti, verifikasi data, dan terakhir konfirmasi.
  • Jurnalistik investigasi memungkinkan “cara penyamaran”, namun ini merupakan teknik paling akhir yang dilakukan  bila  oknum yang terlibat tidak mau angkat bicara. (www.baticnews.com).*
Share Button

Speak Your Mind

*